Arial. Lambat tapi Cermat

Posted on Updated on

Arial termasuk jenis huruf sans serif, font tanpa kait, seperti Tahoma, Trebuchet MS, Verdana. Menurut ilmu perhurufan (tipografi), membaca teks font sans serif lebih lambat dibandingkan dengan membaca teks font serif. Font serif adalah huruf berkait seperti tulisan ini. Contoh lainnya Baskerville, Georgia, Times New Roman.

Akan tetapi, kecepatan membaca tidak berarti selalu menguntungkan.  Bisa jug berakibat turunnya tingkat konsentrasi, sehingga apa yang dibaca hanya sedikit yang terekam dalam otak. Menurut Kusrianto,*  membaca sans serif, mata atau perhatian pembaca, dituntut untuk berjuang 10% lebih kuat untuk menangkapnya. Untuk itu, diasumsikan bahwa informasi yang mengalir ke otak akan tinggal dan membekas lebih lama, sehingga diperoleh rekaman yang lebih baik.

Selanjutnya Kusrianto menambahkan, trik penggunaan huruf semacam ini, adalah pemaksaan yang baik, agar pembaca tanpa ia sadari akan membaca sedikit lebih lama tetapi akan lebih efektif menangkap informasi yang disampaikan.  Tulisan terkait http://simpay-gandjarsakri.blogspot.com/2009/2/arial-bagi-yang-suka-kutak-ketik-di.html/

Berangkali, ada hubungannya dengan hal di atas  mengapa skripsi / pengantar Tugas Akhir, makalah m.k. Seminar,  laporan Kerja Profesi, di FSRD Trisakti,  harus ditulis dengen font Arial (sans serif).  Agar dosen pembimbing bacanya lambat dan teliti. Gitu kaleee?

————————————

* Adi Kusrianto. Tipografi Komputer untuk Desain Grafis. Jakarta: Gramedia, 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s