Mahasiswa Ber-Facebook IPK-nya Lebih Rendah

Posted on Updated on

img020Mahasiswa pengguna situs jaringan social Facebook memiliki peringkat yang lebih rendah di kampus daripada yang tidak menggunakannya. Demikian yang saya baca di Media Indonesia terbitan Kamis tanggal 16 April 2009. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan Aryn Karpinski, peneliti pendidikan Ohio University.

Dalam penelitiannya, Karpinski menemukan bahwa pengguna Facebook pada mahasiswa sekitar 85%, sedangkan pengguna Facebook yang telah lulus kuliah sekitar 52%. Juga ditemukan bahwa mahasiswa pengguna memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling tinggi antara 3.00 – 3.50, sedangkn yang tidak menggunakan bisa lebih tinggi, yakni antara 3.50 – 4.00.

Para pengguna situs juga memiliki waktu belajar antara satu hingga lima jam per minggu, sedangkan yang tidak menggunakan Facebook memilikiwaktu belajar 11 – 15 jam per minggu. Di samping itu, mahasiswa yang bekerja lebih sedikit waktunya terbuang untuk Facebook. (Media Indonesia. */Livescience.com/X-5). GS

6 thoughts on “Mahasiswa Ber-Facebook IPK-nya Lebih Rendah

    celiola said:
    17 April 2009 pukul 1:18 pm

    info bagus nie

    ojczagk said:
    7 Mei 2009 pukul 7:24 am

    Tb3v5Z mvdhpdsjudmy, [url=http://asrcfdmgxcdl.com/]asrcfdmgxcdl[/url], [link=http://ybiawiajniil.com/]ybiawiajniil[/link], http://yasjtsvkuxix.com/

    dicky4sure said:
    13 Agustus 2009 pukul 8:36 am

    iya sih memang, soalnya enak buat ngerumpi. hahaha…makasih dah berkunjung ke blog ku.
    kayaknya blognya lebih condong ke ilmu pengetahuan ni…
    bagus lah…

      Gandjar Sakri responded:
      22 Agustus 2009 pukul 3:12 pm

      Terima kasih atas kunjungannya. Emang maunya sih blog pendidikan.

    x said:
    29 Oktober 2009 pukul 2:04 pm

    Haha.. ya tidak bisa di cap seperti itu juga, karena yang namanya situs pertemanan seperti ini sudah mulai menjadi lifestyle dimasyarakat. eksis di situs ini bukan berarti pasti ipknya tidak baik kok. buktinya ipk saya 3,8, tapi saya juga facebook-an.

    maydina said:
    12 Februari 2010 pukul 2:43 am

    tapi pak..di luar negeri sana juga kini banyak para dosen/guru/ instructional design yang menggunakan facebook n social networking lainnya seperti twitter, etc tuk pembelajaran ‘blended learning’ dengan berpijak pada pembelajaran partisipasi. Yah namanya teknologi(jika dianggap sebagai produk) selalu bermata dua. Baik/buruknya tergantung penggunaan user..

    nb: saya n temen2 sevisi sedang menggiatkan pembelajaran komunitas melalui forum belajar kreatif.. saya berharap bapak2 juga ikut hehehe…
    silahkan buka http;//belajarkreatif.tumblr.com dan join di http://www.facebook.com/BelajarKreatif dan http://twitter.com/belajarkreatif

    bagaimana kalo FSRD Trisakti menerapkan ‘blended learning’ berbasis komunitas untuk menunjang pembelajaran di kelas..?
    Jika ada arah ke situ..saya sebagai alumni siap membantu..caiyo FSRD Trisakti..;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s