Keanehan Cahaya dan Warna

Posted on Updated on

Keanehan Cahaya dan Warna

(Memed Sakri)

Sungguh ajaib cahaya itu. Ia membantu kita untik bisa melihat benda-benda yang ada di sekeliling kita, akan tetapi ia sendiri tidak dapat kita lihat. Sedang warna adalah suatu paradoks. Ia terdapat di dalam cahaya yang bagi mata manusia tidak berwarna. Corak warna yang kita lihat sekitar kita tidak berarti bahwa kita berada dalam lingkungan benda-benda yang berwarna-warni. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa permukaan benda-benda itu memantulkan kembali sebagian dari cahaya yang mengenainya, dan sebagian lagi ia serap.

Jadi, bila buah nampak merah, tiada lain bahwa buah itu memantulkan cahaya merah dan bukan karena ia berwarna merah. Demikian pula dedaunan itu berwarna hijau karena ia memantulkan cahaya hijau dan menyerap warna-warna lainnya. Benda-benda yang memantulkan semua warna akan nampak putih dan yang menyerap semua warna akan nampak hitam.

Percobaan klasik untuk menampilkan warna-warna yang dimiliki cahaya matahari ialah dengan memanfaatkan sifat cahaya yang mengalami pembiasan bila berjalan dari suatu medium memasuki medium lain, misalnya dari udara ke air atau dari udara ke gelas atau sebaliknya.

Pembiasan berbagai warna cahaya itu berbeda. Maka bila seberkas cahaya memasuki sebuah prisma maka yang akan keluar itu berupa warna-warna yang dimiliki cahaya, merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. Demikian pula bila terjadi “hujan poyan” (hujan ketika panas matahari. GS) kita sering melihat pelangi (katumbiri) yang terjadi karena pantulan cahaya oleh bintik-bintik air hujan. (Anak-anak di kampung yang mandi di kolam sering menyembur-nyemburkan air dengan mulutnya ke udara untuk melihat pelangi yang terjadi pada semburan air itu. Pernahkah Anda mengalaminya?

Alur-alur kecil pada disket dapat pula memperlihatkan uraian warna cahaya bila kita lihat dari suatu sudut tertentu atau bila kita sinari cahaya. Bi bawah ini bianglala yang terjadi pada sebuah disket yang disinari dengan scanner. Bagus bukan?

Disket.img028

Cahaya memantulkan warna benda yang disorotinya. Lampu neon mengandung lebih banyak energy sinar biru daripada warna sinar lainnya, sedang sinar matahari mengandung energy yang merata bagi semua warna. Warna benda yang disoroti lampu neon akan tampak berbeda bila berada di bawah sinar matahari. Oleh karena itu ibu-ibu yang memilih kain akan selalu berusaha mengamati warna kain yang akan dibelinya di bawah sorotan sinar matahari. (Geuning mani dengdek-dengdek bae naksirna teh bari di ebreh-ebreh = sampai memiring-miringkan kepalanya kalau lagi memilih kain sambil di bentang-bentangkan. GS).

_______________

Sumber: http://memedsakri.blogspot.com

3 thoughts on “Keanehan Cahaya dan Warna

    Sahateacing said:
    12 Juli 2009 pukul 3:20 am

    Bagus. Mudah difahami. Menarik. Trims.

    rudi said:
    12 Oktober 2009 pukul 8:30 am

    Sae pisan artikelna mang abdi ge hoyong muka blog mun teu acan uninga kumaha carana, hatur nuhun mugi mang memed sehat selalu , amin

      Gandjar Sakri responded:
      23 Oktober 2009 pukul 3:34 am

      Alo Rudi, nuhun parantos sumping ka blog Ap304 Mteri Ajar. Komentar parantos didugikeun ka aki Memed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s