Mengenal Film

Posted on Updated on

Mengenal Film

Oleh: Gandjar Sakri

Film, Suatu Karya Seni

Film adalah salah satu bentuk karya seni. Joseph M. Boggs dalam bukunya The Art of Watching Film menuturkan, sebagai sebuah bentuk kesenian, sama dengan media artistik lainnya, film memiliki sifat-sifat dasar yang terjalin dalam susunannya yang beragam. Seperti seni lukis dan seni pahat, film juga mempergunakan susunan garis, warna , bentuk, volume dan massa, sama baiknya dalam saling pengaruh mempengaruhi secara halus antara cahaya dan bayang-bayang. Sebagian besar dari petunjuk-petunjuk komposisi fotografi yang dijadikan anutan dalam film juga sama dengan yang dipergunakan seni lukis dan seni pahat.

Seperti drama, film melakukan komunikasi verbal melalui dialog. Seperti musik dan puisi, film mempergunakan irama yang kompleks dan halus. Dan khususnya seperti puisi ia berkomunikasi melalui citra, metafora dan lambang-lambang. Laksana pantomime, film memusatkan diri pada gambar bergerak dan seperti tari, gambar bergerak itu memiliki sifat-sifat ritmis tertentu. Akhirnya seperti novel, film mempunyai kesanggupan untuk memainkan waktu dan ruang, mengembangkan dan mempersingkatnya, menggerak-majukan atau memundurkannya secara bebas dalam batas-batas wilayah yang cukup lapang dari kedua dimensi itu.

Tapi, biarpun antara film dan media lain terdapat kesamaan, film adalah sesuatu yang unik, yang dibedakan dari segenap media lainnya karena dapat berkomunikasi melalui gambar , suara dan gerak, melebihi lukisan dan seni pahat. Berbeda dengan seni drama, film dapat mengambil berbagai sudut pandang dan menyajikan alur cerita yang terus menerus. Juga berlainan dengan novel dan sajak, film berkomunikasi tidak dengan lambang-lambang abstrak, yang dicetak di atas kertas, tapi langsung melalui gambar visual dan suara yang nyata (Bogs, 1992:4-5)

Secara keseluruhsn film merupakanperpaduan berbagai bentuk seni, seperti

  1. Seni rupa. Film merupakan seni berttur dalam gambar, juga meliputi titling dan grafis. Termasuk sinematografi, seni pemotretan atau seni perekaman gambar bergerak.
  2. Seni peran atau seni pertunjukan, meliputi permainan pemeran
  3. Seni sastra, berupa monolog, dialog, narasi.
  4. Seni musik, berupa ilustrasi musik.

Apresiasi Film

Setiap bentu kesenian, seprti seni musik, seni sastra, seni tari dan seni rupa memerlukan apresiasi dari penikmat. Secara harfiah, apresiasi seni berarti penghargaan terhadap kehadiran sebuah karya seni (Sumarno, 1996). Jadi, apresiasi film adalah penghargaan terhadap sebuah karya film.Sebagai insan Desain Komunikasi Visual (DKV), kita dituntut untuk dapat mengapresiasi sebuah film. Seorang manusia DKV, ketika menonton film, di samping menikmati jalan ceritanya, dia juga akan memerhatikan tampilan gambarnya (sinematografi: lihat sumber), bagaimana komposisi gambar pada suatu frame, bagaimana bentuk shot digunakan untuk menyampaikan pesan, bagaimana gerak kamera dan sebagainya. Ilustrasi musiknya (seni musik), bagaimana musik membangun suasana, suasana haru, gembira, tegang dsb. Aktingnya (seni peran), bagaimana gerak tubuh, ekspresi wajah, bloking pemeran menhidupkan lakon dan suasana adegan. Dialognya (seni sastra), memberi kejelasan, membangun cerita dsb. Kontinuitas (seni penyuntingan), membawa penonton mengikuti alur cerita dengan enak dan seterusnya. Dengan mengenal “bahasa film” kita dapat menikmati-plus dan mengapresiasi sebuah karya seni film.

Film, Alat komunikasi Visual

Film adalah media komunikasi secara visual. Alat penyampai gagasan dalam bentuk gambar. Gagasan tersebut bisa berupa informasi (berita, penerangan, pengetahuan dsb.), hiburan (cerita, pertunjukan kesenian dsb.), persuasi (iklan, penerangan, himbauan dsb.), pendidikan (pelajaran, pembinaan perilaku, dakwah dsb.), dokumentasi (peristiwa bersejarah, berita lama dsb.)

Film merupakan perpaduan antara gambar, suara dan gerak. Titik beratnya adalah pada citra visual bergerak (Bogs, 1992:83).
Memang, film menarik karena berupa gambar yang bergerak. Akan tetapi, akan lebih menarik lagi bila disertai suara, film tanpa suara seperti makanan tanpa garam, hambar.

Fungsi Media Film

Seperti telah disinggung di atas, fungsi film adalah sebagai:

  1. Media informasi
  2. Media hiburan
  3. Media persuasi
  4. Media pendidikan
  5. Media dokumentasi

Karakteristik Media Film

Kelebihannya

  1. Menarik (citra visual bergerak)
  2. Perpaduan informasi lisan dan gambar bergerak (lengkap)
  3. Menyampaikan informasi secara realistis (dipercaya)
  4. Mudah menyentuh perasaan (realistis)
  5. Dapat menembus dimensi ruang dan waktu (ukuran obyek, masa lampau/sekarang)
  6. Perangkat lunak mudah dibawa dan diperbanyak
  7. Dapat ditayangkan sendiri, tanpa penyaji
  8. Termasuk media massa (dapat menjangkau sasaran yang banyak dan berbeda tempat secara serentak)

Kekurangannya

  1. Pembuatannya tidak sederhana (Memerlukan biaya dan waktu yang banyak serta perencanaan yang matang).
  2. Pengoperasiannya memerlukan peralatan (peangkat keras) yang tidak sederhana dan memerlukan ketelitian.

Efektivitas Media Film

  1. Efektif untuk menyampaikan informasi yang memerlukan gambaran secara tepat
  2. Efektif untuk menyampaikan informasi yang memerlukan gerakan
  3. Efektif untuk menyempaikan informasi yang membangkitkan emosi (untuk pendekatan emosional)
  4. Efektif untuk penyampaian informasi yang tidak memerlukan informasi tambahan dari penyajiEfektif untuk menyampaikan informasi di beberapa tempat secara serentak dengan jumlah sasaran yang banyak.

Sumber

  1. Bogs, Joseph M., Cara menilai Sebuah Film (Terj. Asrul Sani, Judul asli: The Art of Watching Film), Jakarta: Yayasan Citra, 1992:4-5
  2. Cinema berasal dari bhs.Yunani kinein=bergerak, fotografi=perekaman gambar. Sinematografi=seni perekaman gambar bergerak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s