Periklanan

Posted on Updated on

Bacaan buat mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Karena banyak mahasiswa DKV yang tertarik dunia periklanan, saya kutipkan tulisan mbak Nunu di Blognya “Belajar Menulis Naskah Iklan”, yang banyak pengalamannya dan sukses di bidang kreatif.

INDAHNYA DUNIA PERIKLANAN

Oleh: Nunu Andini

Meskipun ada yang mengeluh kalau dunia periklanan itu stressful, dan dunia periklanan Indonesia saat ini lagi ngga kondusif, tapi lowongan tetep aja ada tiap hari.. dan setiap kali ada lowongan, pelamar juga bejibun.. ini gejala apa?!

Adri – copywriter yang mirip Bams Samson – berkata: saya masuk dunia periklanan karena fun-nya! Yap. Fun hanyalah salah satu daya tarik dunia periklanan. Memang, bagi yang mencintai pekerjaanya, bagi yang suka berfikir gila, bagi yang suka omong ngalor-ngidul, bagi yang suka musik, suka gambar, suka puisi, suka fiksi, suka ngalamun, suka bermain imajinasi, maka periklanan menjanjikan nuansa kerja yang fun. Bayangkan, wong dalam brainstorming aja berlaku aturan “there is no rule” kok? Siapa juga yang ngga senang dibebasin mikir dan ngoceh apa saja? Ya, exploring ideas adalah saat-saat yang fun bagi insan periklanan. Begitu pula saat party ketika agency memenangi pitching besar!

“Enak ya, kamu masuk kerjanya bisa siangan? Jadi ngga kejebak macet!” begitu dulu tetangga saya pernah berkomentar. Memang, jam kerja di periklanan relative lebih fleksibel, terutama untuk tim kreatifnya. Hal ini juga merupakan daya tarik sendiri. Menjadi orang kreatif berarti bekerja tanpa batas jam, melainkan deadline. Saya juga selalu membebaskan tim kreatif untuk memilih waktu efektifnya sendiri, yang penting kerjaan kelar! (dan tentu saja bagus!). Sebab saya percaya, ada berbagai tipe orang: tipe pagi, tipe malam. Ada yang lebih ‘bening’ otaknya di waktu pagi, ada yang malah malam…

Nikmatnya kerja di dunia periklanan juga karena hasil kerja kita bisa dengan segera ‘dinikmati’ oleh public (terutama sih oleh kita dan klien). Misalnya, habis recording besoknya langsung tayang. Nah, puas deh tuh menikmati lagu iklan bikinan kita. Beda banget dengan bidang kerja lain seperti bank, misalnya. Lagipula, ada keasyikan dan kebanggaan tersendiri ketika karya kita ditayangkan.

Pernah suatu ketika, saat mendengarkan radio, anak saya (saat itu masih balita) terbengong-bengong mendengarkan radio menyiarkan seorang ibu tengah bercerita tentang kuman kepada anaknya. Itu iklan yang saya tulis untuk Lifebuoy, berdasar pengalaman pribadi saya yang tiap hari bercerita tentang seekor kuman bernama kum-kum kepadanya.
“Loh, ma?? Kok ada kum-kum sih di radio..?? Itu kan cerita mama?!”
Dia keheranan, sementara saya kegelian. Itulah kepuasan yang tak terbeli, yang salah satunya bisa diberikan oleh dunia periklanan.

Belum lagi beberapa keuntungan lain seperti standar gaji yang lumayan tinggi dibanding bidang lain, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang terkenal, bintang-bintang yang cakep, dan menikmati gaya hidup mewah (kalau kita kebetulan dapat luxurious product…), serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperluas wawasan (dengan menangani berbagai macam klien dan berbagai macam produk, maka kita akan dipaksa untuk menambah pengetahuan bukan?).

Nah, kesimpulanya, dunia periklanan itu indah, karena….

1. waktu kerjanya fleksibel
2. hasil kerjanya cepat dinikmati (nyata, cepat produksi, cepat tayang)
3. ada kebanggaan sendiri ketika on air
4. gaji gede (kata beberapa orang, seperti standar di perminyakan)
5. fun
6. bertemu dg org2 terkenal
7. gaya hidup terkini
8. keep learning

———————————————————————————


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s