Konsep Iklan

Posted on Updated on

Konsep Iklan

Oleh: Gandjar Sakri

Pada proses bimbingan Tugas akhir mahasiswa DKV, pada tahap visualisasi rancangan iklan atau poster, ada kalanya terjadi antara headline dan visual tidak”nyambung”, atau visualnya tidak jelas maksudnya, pesan apa yang ingin disampaikan. Bahkan bisa menyesatkan. Gambar atau fotonya – bagus, berseni, tapi berhenti hanya sebagai hiasan saja, tidak bermakna, tidak menyampaikan pesan, tidak menjual.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan mereka membuat visual tidak berdasarkan konsep, atu kalaupun ada konsepnya lemah. Padahal, iklan yang baik memiliki konsep yang baik. Tanpa konsep iklan tersebut akan sia-sia. Menurut AD Farbey (1997) kampanye iklan harus dimulai dengan usaha untuk mendapatkan atau menemukan konsep.

Nah, berdasarkan gambaran di atas, tulisan ini menjelskan apa itu konsep dalam periklanan.

Iklan sendiri diadakan untuk memberi informasi dan membujuk khalayak sasaran untuk melakukan tindakan sesuai dengan tujuan iklan. Berhasilnya suatu iklan adalah tercapainya tujuan tersebut dan tercapainya tujuan iklan tergantung dari konsep iklan. AD Farbey (1997), juga menegaskan, bahwa keunggulan iklan akan bergantung pada konsep yang kuat dan mendasar.

Mahluk apa gerangan konsep itu? Hahahaaa, kenapa sih penting amat? Konsep menurut kamus adalah: ide umum, rencana dasar (Team Prima), ide yang direncanakan dalam pikiran (Badudu). Mengnai konsep iklan, AD Farbey (1997) mengatakan, bahwa inti sebuah iklan adalah gagasan yang ada dibelakangnya, apa yang akan dikatakan kepada khalayak. Gagasan utama yang merangkum keseluruhannya, tema pesan, yaitu konsep iklan itu, adalah titik pusat iklan tersebut. Jadi, konsep iklan adalah gagasan atau ide umum hasil pemikiran yang merencanakan apa yang akan dikomunikasikan, pesan apa yang ingin disampaikan kepada khalayak sasaran. Untuk mudahnya, bisa dikatakan bahwa konsep iklan adalah gagasan/ide mengenai apa yang akan dikomunikasikan kepada khalayak sasaran.

Dalam proses membuat iklan yang kreatif dan menarik itu, sangatlah besar peran Creative tean di Creative Departement yaitu dalam menciptakan sebuah pesan dan konsep (Anettalia, virtualbook.com). Konsep lahir dari brifing kreatif yang terdiri atas art director, copywriter dan designer di samping unsur terkait lainnya. Di sini ditentukan antara lain tujuan iklan, pesan apa yang akan disampaikan dan apa janji terhadap khalayak sasaran serta rancangan visualnya yang merupakan pedoman untuk pekerjaan kreatif selanjutnya.

Farbey mengatakan (Farbey melulu..! Sorry) bahwa intinya konsep iklan adalah:

  • harus membuat janji atau usulan
  • harus menawarkan keuntungan atau manfaat
  • mesti menambah nilai produk
  • mesti menunjukkan perbedaan produk atau kelebihan produk

Jadi, dalam konsep ada promise, consumer benefit, product benefit, differentiation dan unique selling point.

Sudah dulu, tunggu lanjutannya.

Silahkan beri komentar: kritik, saran, tambahan atau apa saja untuk perbaikan Blog Materi Ajar ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s