Menggoda dengan Warna

Posted on Updated on

Menggoda dgn Warna

Oleh: Gandjar Sakri

Hubungan warna dan Pemasaran

People shopping at Target store in NY. (www.google.com)

Ketika Anda masuk toko atau super market untuk belanja,  apa yang pertama kali Anda lihat, warna atau bentuk? Misalnya, warna merah, kuning, hijau, biru dsb., atau bentuk botol, kotak, bola dan lain-lain? Menurut penelitian, warna lebih dahulu nampak ketimbang bentuk.

Dan, pada saat Anda memastikan barang yang akan Anda beli, apakah warna turut menentukan pilihan Anda?  Misalnya, Anda mengambil warna orange, yang menurut Anda,  cocok dengan kepribadian  Anda? Atau menentukan warna coklat untuk furniture yang pas dengan suasana rumah  Anda? Atau memilih  tas warna merah agar matching dengan pakaian Anda?

Suatu penelitian yang dilakukan oleh sekretariat Seoul International Color Expo 2004, mengungkapkan bahwa ada hubungan antara warna dan pemasaran. Di antara hasil penelitian tersebut adalah, 92.6 persen dari orang yang belanja mengatakan bahwa bagi  mereka  factor visual yang paling penting ketika membeli suatu produk. Hanya 5.6 persen yang mengatakan bahwa sentuhan pada permukaan  barang yang paling penting, Sedangkan yang mementingkan  pendengaran dan penciuman masing-masing 0.9 persen.

Ketika diminta untuk memperkirakan pentingnya warna saat membeli suatu produk, 84.7 persen dari total responden berpendapat bahwa warna  yang banyak  berperan dalam memilih produk, lebih dari setengahnya di antara berbagai factor penting lainnya.

Penelitian lainnya yang dilaksanakan oleh Henley Centre menunjukkan 75 persen dari keputusan pembelian dilakukan di dalam toko. Akibatnya,  menangkap mata calon pembeli (dengan warna, GS) dan menyampaikan informasi secara efektif menjadi sangat penting untuk suksesnya penjualan (www.colorsmatters.com/08/05/2011)

Manusia dan Warna

Manusia memang senang warna. Hal ini dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk mewarnai barang produknya.  Mulai dari kue jajanan pasar, seperti  wajik Betawi, kue lapis, getuk lindri, kue apem dan banyak lagi yang saya gak tau namanya (makannya doyan tapi gak tau namanya, he, he, heee), yang banyak dijual di pasar-pasar tradisionil. Sampai barang-barang elektronik, seperti  laptop, HP, kamera digital, tetikus, modem USB dan  macam-macam lainnya. Dan pembeli memilih warna, bahkan untuk dimakanpun pilih warna, “Ah … nyobain yang merah nih, kayanya enak …” Ha, ha, haaa …!

Kue Jajanan Pasar, warna-warni (dapur-kue.blogspot.com)
(www.google.com)

Peranan Warna pada Barang roduk

Jadi, peranan warna sangat penting pada barang produk. Oleh karena itu, sekarang banyak bermunculan barang yang ditawarkan dengan berbagai pilihan warna. Saya sendiri bisa tidak jadi membeli suatu barang bila tidak ada warna yang saya sukai, lalu mencarinya di tempat lain.

Dengan demikian, peranan warna pada barang produk adalah:

Pertama, untuk menarik perhatian. Pembelanja, atau bahkan orang lewat, begitu melihat warna yang menarik akan menghentikan langkahnya atau beralih arah, menghampiri barang yang dihiasi warna-warna yang menarik tersebut.

Kedua, meningkatkan daya tarik visual. Sebuah barang, walaupun bentuknya sederhana akan nampak indah setekah diberi warna.  Unsur warna,  secara visual , memberikan nilai tambah pada barang tersebut.

Ketiga, menambah daya tarik emosional. Unsur warna memberikan rangsangan terhadap emosi seseorang. Sehubungan hal tersebut, para pengusaha berlomba menggoda calon pembeli dengan warna.  Karena keindahan warnanya, pembelanja atau calon pembeli tergoda hatinya  untuk memeliki barang yang dihiasi warna-warna yang menarik.

Keempat, memberi  peluang kesempatan memilih.  Dengan banyaknya  warna pembelanja atau calon pembeli mendapatkan banyak peluang untuk memilih barang dengan warna kesukaannya.  Bahkan,  banyak kemungkinan mereka membeli barang lebih dari satu dan tidak perlu beranjak untuk mencarai warna lain  ke tempat  berbeda.

Contoh: Warna pada Kerajinan Tangan Meksiko

Di bawah ini saya  sajikan beberapa foto kerajinan tangan Meksiko yang kaya akan warna.  Foto-foto ini dijepret  Lauren R. Nelson, editor dan penulis koran yang  doyan fotografi. Umumnya foto-foto keseharian.  Dia tertarik untuk mengabadikan kerajinan tangan Meksiko karena  pesona kekayaan warnanya. Coba Anda perhatikan, sebenarnya bentuknya sederhana saja tapi mempesona karena kekayaan warnanya.

———————————————————————-

Sumber foto:  http://theurbanhipie.wordpress.com/

Maaf …. foto terakhir yang di bawah  ini bukan di Meksiko, tapi di Tanah Lot Bali. Pak Djoni dan saya dijepret mas Bambang Tri. Dengan latar belakang kerajinan tangan bali yang juga penuh warna-warni. Ini menarik minat wisatawan baik local maupun manca Negara. Dan …. Sayapun tergoda membeli beberapa potong  pakaian warna-warni  untuk oleh-oleh.

Tanah Lot Bali, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s