Perguruan Tinggi

Posted on Updated on

lRepublika Online. Didaktika  Jumat, 08 Juli 2011

Waspadai Masuknya PT Asing

Fernan Rahadi,
Yulianingsih

Peran kampus dalam negeri dikhawatirkan menjadi inferior.

JAKARTA — Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi Ha mid, mewanti-wanti masuknya perguruan tinggi asing dalam Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang kini tengah digodok. Ia kha watir peran perguruan tinggi dalam negeri menjadi inferior jika sampai RUU tersebut disah kan.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu mengatakan, dalam era globalisasi segalanya memang serbaterbuka. “Namun, kita ti dak boleh membuka selu as-luasnya, apalagi dalam bi dang pendidikan,” ujarnya seusai penanda tanganan memorandum of understanding (MoU) antara UII dan Perdana Consulting, Selasa (6/7).

Menurut Edy, pentingnya kewas padaan dikarenakan perguruan tinggi bukan semata-mata lembaga pendidikan, melainkan juga lembaga ideologi. Dia menyatakan perlunya belajar pada sektor lain, seperti bisnis, perbankan, sampai teknologi informasi. Di sektor itu, dinilainya pengaruh asing sudah mengakar dengan kuat. “Kita tentu tidak mau hal yang sama terjadi di dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menyayangkan proses pembuatan UU saat ini di DPR yang dinilainya sangat transaksional sehingga kualitas produknya menurun dibandingkan sebelum nya. Menurut dia, dibanding kan masa Orde Baru, kualitas regulasi saat ini jauh lebih bu ruk. Wajar jika saat ini banyak undang-undang yang belum diimplementasikan sudah diamandemen.


Pengaruh neoliberal, menurut Edy, tampak dalam RUU Perguruan Tinggi Bab V tentang Pergu ruan Tinggi Asing dan Kerja Sama Internasional.

Pasal 73 ayat 1 menyebutkan, perguruan tinggi asing dapat membuka program studi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pasal 74 ayat 2 menyebutkan:    (1) perguruan tinggi dapat melaksanakan kerja sama internasional, (2) kerja sama internasional sebagaimana dimak sud pada ayat 1 mencakup kegiat an, antara lain, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, pelaksanaan kerja sama program studi, pengembangan organisasi, dan/atau penelitian.

Selain mengkritisi isi RUU PT soal peluang masuknya lembaga asing, Edy juga mengkritisi isi RUU tersebut yang disebutnya sebagai bias perguruan tinggi negeri. “Perguruan tinggi swasta sangat sedikit dibahas dan hampir tidak mendapatkan tempat.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s