Tugas Akhir, Order Iklan dan TA DKV

Posted on Updated on

Oleh-Oleh dari Kunjungan

Ke petakumpet Yogyakarta

Untuk Peserta TA DKV

Oleh: Gandjar Sakri

Minggu lalu, PS DKV FSRD Usakti mengadakan study tour ke Solo dan Yogya, diikuti oleh sejumlah mahasiswa, asisten dosen dan dosen. Dari kunjungan ke Petakumpet, gudang ide desain grafis dan jagonya karya desain periklanan di kota gudeg, yang “ngumpet” di Jl. Kabupaten, Nogotirto, Sleman, Yogyakarta, saya bawakan sedikit oleh-oleh buat para peserta Tugas Akhir (TA) DKV.


PT Petakumpet Creative Network. Foto: GS

Sebelum buka oleh-oleh, saya ingatkan kembali apa yang disampaikan Pak Iwan pada evaluasi I (satu) Pra TA, waktu peserta TA mengadakan presentasi Latar Belakang, yang isinya menekankan. bahwa pada pembuatan tugas akhir ini peserta TA bukan berinisiatip sendiri membuat promosi suatu produk atau mengkampanyekan suatu program, akan tetapi seolah-olah mendapat suatu pesanan (order) dari suatu perusahaan atau lembaga pemerintah, baik sebagai freelance graphic designer atau sebagai salah seorang anggota dari Departemen Kreatif di suatu perusahaan periklanan.

Nah, di bawah ini saya sajikan sebuah tampilan slaid mengenai Tahapan Order, gambaran umum proses terjadinya sebuah iklan. Slaid ini merupakan salah satu slaid yang saya tarik dari 23 buah rangkaian slide share-nya Pa Arief Budiman S.Sn, Direktur PT Petakumpet Creative Network, yang berjudul “Membawa Bangku Kuliah ke Dunia Kerja.”


Slaid ke 15 dari Slide Share Arif Budiman

“Membawa Bangku Kuliah ke Dunia Kerja”

Dalam membaca slaid di atas, saya ajak peserta TA untuk berperan seolah-olah. Jadi, dalam proses pembuatan TA-nya, peserta TA berperan seolah-olah seorang Account Executive (AE), Kemudian jadi Art Director, Graphic Designer, Copy Writer, Illustrator dan Media Planner (multi peran), berkantor di rumah. Sementara Pembimbing (PU dan PP) berperan seolah-olah Manager Periklanan dari suatu perusahaan pemberi order (Client).

Dari enam poin yang tercantum pada slaid tersebut, saya hanya akan membicarakan empat poin urutan dari atas: 1. Order masuk Departemen Marketing, 2. Dibuatkan Client brief, 3. Client brief diterjemahkan di Dept. Kreatif dan 4. FAW dipresentasikan AE ke klien.

1. Order masuk Departemen Marketing

Judul TA disetujuai Pembimbing, seolah-olah order masuk ke Dept. Marketing Perusahaan di mana peserta TA bekerja sebagai AE.

AE (Account Executive/Client Service) adalah pegawai biro iklan yang berhubungan dengan klien atau pihak lain atas nama biro. Orang inilah yang bertugas sebagai penghubung antara biro dengan klien, menerima dan meneruskan insruksi klien kepada tim kampanye iklan di bironya. Secara umum seorang AE harus menguasai pengetahuan periklanan (Jefkins, 1996).

2. Dibuatkan Client brief.

Setelah order masuk, AE segera mengadakan briefing awal dengan Manager Periklanan klien (menghubungi Pembimbing). Dia mengumpulkan data tentang perusahaan klien (dalam Bab.III Tinjauan Data = Profil Perusahaan/Profil Penyelenggara), data produk, positioning, product benefit, consummer benefit, sasaran/pelanggan, data roduk pesaing dan sebagainya (Bab.III), permasalahan, tujuan promosi/kampanye dan sebagainya (ada di Bab.I), selalu melaporkan semua informasi yang diperolehnya ke perusahaannya. Untuk mematangkan perencanaan dia terus berkomunikasi bolak-balik antara perusahaan periklanannya dengan perusahaan kliennya, menyampaikan rencana promisinya/kampanyenya kepada kliennya untuk minta persetujuan (asistensi peserta TA ke pembimbing). Semua data , informasi dan instruksi klien, dilaporkan sebagai Client brief (hasil briefing AE dan klien) kepada perusahaan

3. Client Brief Diterjemahkan di Dept. Kreatif

3.1. Client Brief Diterjemahkan Menjadi Konsep Kreatif

Selanjutnya, client brief diolah di Departemen Kreatif dalam suatu briefing yang dihadiri AE, art director, designer kreatif, copywriter, media planner, bagian pemasaran dan bidang terkait lainnya. Di sini, semua data dipelajari, dianalisis kemudian dirumuskan menjadi suatu konsep. D iterjemahka menjadi konsep kreatif (Bab.IV. Analisis).

Konsep ini kemudian diterjemahkan menjadi judul iklan dan body copi oleh copywriter dan visualisasinya oleh graphic designer untuk selanjutnya dibuat final artwork-nya (FAW) (Bab.V. Perancangan) untuk dipresentasikan kepada klien.


Sumber: solopos.com

Konsep iklan adalah gagasan atau ide umum hasil pemikiran yang merencanakan apa yang akan dikomunikasikan, pesan apa yang ingin disampaikan kepada khalayak sasaran. (Farbey, 1997). Untuk mudahnya, bisa dikatakan bahwa Konsep iklan adalah gagasan/ide mengenai apa yang akan dikomunikasikan kepada khalayak sasaran.

Iklan sendiri diadakan untuk memberi informasi dan membujuk khalayak sasaran untuk melakukan tindakan sesuai dengan tujuan iklan. Berhasilnya suatu iklan adalah tercapainya tujuan tersebut dan tercapainya tujuan iklan tergantung dari konsep iklan. ……………… Keunggulan iklan akan bergantung pada konsep yang kuat dan mendasar (Farbey, 1997).

Dalam proses membuat iklan yang kreatif dan menarik itu, sangatlah besar peran Creative tean di Creative Departement yaitu dalam menciptakan sebuah pesan dan konsep (Anettalia, virtualbook.com). Konsep lahir dari brifing kreatif yang terdiri atas art director, copywriter dan designer di samping unsur terkait lainnya. Di sini ditentukan antara lain tujuan iklan, pesan apa yang akan disampaikan dan apa janji terhadap khalayak sasaran serta rancangan visualnya yang merupakan pedoman untuk pekerjaan kreatif selanjutnya.

Farbey (1997) mengatakan, bahwa intinya konsep iklan adalah:

  • harus membuat janji atau usulan
  • harus menawarkan keuntungan atau manfaat
  • mesti menambah nilai produk
  • mesti menunjukkan perbedaan produk atau kelebihan produk

Jadi, dalam konsep ada promise, consumer benefit, product benefit, differentiation dan unique selling point.

3.2. Konsep Kreatif Dieksekusi oleh Staf Kreatif

Konsep ini kemudian diterjemahkan menjadi judul iklan dan body copi oleh copywriter dan visualisasinya oleh graphic designer untuk selanjutnya dibuat final artwork-nya (FAW) (Bab.V. Perancangan) untuk dipresentasikan kepada klien.

4. FAW Dipresentasikan AE ke Klien

Akhirnya tibalah hari yang mendebarkan, ialah hari presentasi kepada klien (hari Sidang Ujian peserta TA dihadapan para dosen penguji). Ini merupakan “hari besar” di mana biro iklan harus “menjual” kampanye iklan kepada pihak klien, kata Frank Jefkins dalam bukunya “Periklanan” (1996). Dalam pelaksanaan presentasi ini, lanjutnya, AE harus cekatan dalam menjelaskan segala segi cetak dasar (blueprint) yang diajukan biro iklannya, termasuk unsur-unsur artistik, pilihan media dan saat pemuatan/penayangan iklan, ukuran serta posisi (jam, untuk radio dan televisi yang direkomendasikannya).


Presentasi TA DKV (Foto:GS)

Masalah yang sering kali muncul dalam acara presentasi rencana kampanye iklan kepada klien itu, ungkap Jefkin selanjutnya, adalah persetujujuan atau penerimaan acaokali harus dicapai melalui konsensus antara sejumlah pejabat teras perusahaan klien, seperti Direktur Perusahaan, Manager Periklanan, Pejabat Humas Direktur Keuangan dan sebagainya (pada Sidang Ujian TA hadirnya Dekan dan dosen-dosen lainnya selain PU dan PP). ………. Namun seandainya telah terjalin hubungnan kerjasama yang baik antara AE dan Manajer Periklanan perusahaan klien, maka kesulitan seperti ini akan dapat dicegah, paling tidak ia tidak akan sesibuk rekannya yang lain dalam menyanggah rencana kampanye itu. Biasanya ia (PU/PP) akan bertindak sebagai pembela biro iklan (peserta TA)

5 Simpulan.

a. Peserta TA bertindak seolah-olah seorang karyawan dari salah satu perusahaan periklanan.

b. Judul disetujui Pembimbing, seolah-olah order masuk. Segera cari data yang dituangkan dalam Bab III tinjauan Data.

c. Data diolah di Dept. Kreatif , dipelajari, dianalisis, dirumuskan menjadi suatu konsep. Jadi, Bab.IV Analisis seharusnya menghasilkan suatu konsep, gagasan ide mengenai apa yang akan disampaikan kepada khalayak sasaran. Konsep ini menjadi acuan pada perancangan (Bab. V Perancangan). Judul, body copy, visual (gambar, warna dsb) dari poster/iklan semuanya harus mencerminkan konsep.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Selamat ber-TA dan sukses. Terima kasih atas kunjungannya. Berilah komen untuk perbaikan: bermanfaat, tidak bermanfaat, masih kurang lengkap, ada yang tidak cocok dsb. Trims.

Referensi:

www.slideshare.net/ (diakses: 01/06/2013)

Frank Jefkins. Periklanan. Jakarta: Erlangga, 1996

city4creativity petakumpet all3Iklan “gila-gilaan” petakumpet (gambar orang dibalik). Berani enggak peserta TA bikin iklan/poster gila macam ini? (sumber: http://www.jualanidesegar.com)

Petakumpet 1Foto bersama Mas Arief Budiman di depan Petakumpet (Foto Dwi Jayanto)


Petrakumpet sebagai rumah ide.Foto: Dwi Jayanto


Moto Petakumpet “Good is not enough. It has to be sold”

(Foto: Dwi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s