Film Animasi Indonesia Rasa Holywood

Posted on Updated on

FILM ANIMASI INDONESIA rasa HOLYWOOD

Oleh: Gandjar Sakri

Bila tidak ada hambatan, pada akhir 2013 nanti, publik tanah air akan bisa menyaksikan film animasi dua dimensi (2D) layar lebar pertama buatan lokal. Film animasi tersebut berjudul “Battle of Surabaya” yang diproduksi STMIK Amikom Yogyakarta. Demikian saya baca di koran Republika awal September yang lalu dengan judul “Saatnya Membangun Industri Animasi”. Ketua STMIK Amikom Proff. Dr. Suyanto.mengatakan, film animasi ini rencananya akan diedarkan di seluruh Indonesia atau regional Asia.

Battle of Surabaya berkisah tentang petualangan seorang remaja tukang semir sepatu bernama Musa, yang menjadi kurir bagi pejuang-pejuang arek Suroboyo dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dalam pertempuran 10 November 1945.

Menurutnya, di samping Battle of Surabaya pihaknya juga sedang mengerjakan proyek film animasi lainnya berjudul “The Legend of Ajisaka” dengan teknologi yang lebih canggih 3D. Ajisaka adalah seorang hero, raja bijaksana yang mengalahkan penguasa Pulau Jawa yang kejam berwujud raksasa Dewata Cengkar. Ajisaka juga adalah pencipta huruf Jawa hanacaraka, berbentuk puisi pangram (menggunakan semua huruf)

Pengembangan kedua film tadi merupakan langkah awal dari upaya animasi lokal menembus pasar internasional. Suyanto meyakini, kemampuan dan kreativitas pegiat animasi Indonesia tidak kalah dengan orang asing. Contohnya, Rini Sugianto yang berkarya di WETA digital milik sutradara kondang Peter Jackson dan terlibat dalam produksi film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn.

Dalam wawancara dengan wartawan Republika, Yusuf Assidiq, terungkap Suyanto berhasrat untuk menjual animasinya ke pasar Holywood, karena 47 persen pasar film dunia berada di Holywood. Untuk bisa diterima pasar Holywood, tutur Suyanto, film tersebut harus memenuhi standar dan cita rasa Holywood. Di antaranya, pertama screenplay-nya harus Holywood taste. Kedua, sutradara harus dari Holywood. Dan ketiga, distributornya nanti juga harus yang masuk 10 besar dunia. Inilah yang kemudian kita rintis.

Untuk Legend of Ajisaka , lanjut Suyanto, kami rekrut sutradara bernama Tristan Srange, murid sutradara Peter Jackson, yang bertingak sebagai screenplay. Satu orang lagi, Robert Pawloski selaku editor naskah yang sudah berpengalaman mengedit 2.000-an naskah film.

Atas pertanyaan Yusuf Assidiq, seperti apa pola dan karakter film-film animasi Holywood? Suyanto mengatakan ada semacam pola dari screenplay atau naskah film Holywood. Naskah film itu, pertama, (mempunyai) apa yang ingin disampaikan atau tema. Setelah itu karakternya. Paling tidak ada delapan pola karakter dalam animasi Hplywood.

Yang pertama ada hero, kedua shadow (musuh, penjahat, tokoh antagonis), ketiga mentor, keempat ally (sekutu), kelima herald (pemicu petualangan), keenam treasure guardian (penjaga ambang batas, hambatan). Ketujuh trixter (badut) dan saya tambahkan parent (orang tua) dan child (anak). Sedangkan pola ceritanya ada tiga babak, yakni, dunia biasa, dunia petualangan dan kembali ke dunia biasa. Suyanto menambahkan, siapapun boleh mempelajari ini, karena harapan kita ilmu ini bisa diserap animator Indonesia sehingga perfilman kita bisa maju.

Battle of Surabaya






Ajisaka


Sumber utama Koran Republika 09/09/13

Foto dar berbagai sumber melalui Google image

2 thoughts on “Film Animasi Indonesia Rasa Holywood

    nay said:
    29 September 2013 pukul 2:18 pm

    dasar gila..yg bener aja mau jual ke hollywood..kualitas rendah begini ? murid peter jackson ? yg bener ? kalo cuman ikutan workshop 1-2x jg bisa dibilang murid nya dia ?

      Gandjar Sakri responded:
      29 September 2013 pukul 3:59 pm

      Kita tunggu saja tanggal mainnya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s