Bedah Karya DKV, Analisis Multimodal

Posted on Updated on

MEMBEDAH KARYA DKV

DENGAN ANALISIS MULTIMODAL

(Mahasiswa Peserta TA DKV Perlu Baca)

 Oleh Gandjar Sakri

Harapan Peserta TA DKV Harapan seorang mahasiswa Tugas Akhir (TA) Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah dapat lancar  menjelaskan karya desainnya pada para penguji dalam sidang ujian DKV,  sehingga   uraiannya dapat dipahami dan diterima para penguji.  Lancar menjelaskan, lancar pula jalan ke kelulusan. Bagaimana agar harapan tersebut  bisa tercapai?  Inilah kiatnya.

Man reading posters

Man reading posters. sumber: http://www.gettyimages.com/

Tidak sulit, asal dia memahami bagaimana proses pelihat (viewer)  karya DKV membedah atau membaca dengan seksama karya DKV tersebut,  dalam upaya memahami makna atau pesan yang termuat di dalamnya. Misalnya, bagaimana seorang pelihat  (viewer) membaca sebuah poster,  untuk memahami isi pesannya. Pemahaman terhadap  proses pembacaan karya DKV akan memengaruhi proses perancangannya. Dan perancangan yang didasari pemahaman pembacaannya mudah dijelaskan.

Untuk mengetahui proses pembacaan karya DKV,  di samping pendekatan melalui analisis semiotika ada cara lain yang lebih mudah, ialah  melalui analisis multimodal (multimodal analyses).   Analisis multimodal banyak digunakan para peneliti untuk mengetahui makna dari  suatu karya DKV, seperti poster, ilustrasi, iklan, brosur, film dan sebagainya yang semuanya itu merupakan teks multimodal (multimodal text).

Hanya saja, banyak mahasiswa  DKV yang belum memahami apa itu teks multimodal, bahkan belum mengenalnya sama sekali.   Tulisan ini  terdiri atas tiga bagian, bagian pertama menjelaskan tentang  Teks Multimodal. Bagian kedua Membedah Karya DKV, dan bagian ketiga Penutup: berisi penjelasan dan saran.

Bagian Pertama: Teks Multimodal  

Teks  

Istilah teks multimodal (multimodal text) terdiri atas dua kata, teks dan multimodal. Kata teks di sini bukanlah seperti yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari, berupa rangkaian huruf yang membentuk kata, kalimat atau uraian yang berisi makna atau pesan.  Teks macam ini berbentuk tulisan, seperti teks surat, teks terjemahan dialog pada film  luar negeri, teks headline dan body text pada iklan cetak, teks berupa keterangan foto atau gambar pada majalah atau koran (caption), teks berupa tulisan pada buku, majalah, koran dan berbagai macam tulisan lainnya.

Yang dimaksud dengan teks dalam teks multimodal adalah teks dalam pengertian yang luas, seperti yang dikemukakan Kismiaji dalam tulisannya Membaca Teks Desain Komunikasi Visual (Online), bahwa  “Teks dalam pengertian umum adalah dunia semesta ini, bukan hanya teks tertulis atau  teks  lisan. Adat istiadat, kebudayaan, film,  drama, secara umum adalah teks” (http://islamicgraphicdesign.blogdetik.com/ ,  Diakses: 28.12.2014). Dalam tulisan tersebut Kismiaji juga mengatakan, “Meminjam teks dalam teori wacana (teks dan konteks) teks diartikan sebagai semua bentuk bahasa, bukan hanya kata-kata  yang tercetak di lembar kertas tetapi jenis semua ekspresi komunikasi, ucapan, musik, gambar, efek suara, citra dan sebagainya”.   Dalam ilmu semiotika semua itu  adalah tanda.  “Segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda” Zoest. 1993:18. dalam Sumartono, 2004)

Jadi teks adalah  ekspresi komunikasi berupa tanda yang bermakna  yang dapat dibaca dengan  bahasa masing-masing bentuk tanda. Teks atau tanda berupa tulisan dapat dibaca dengan bahasa tulisan,  teks atau tanda berupa gambar dapat dibaca dengan bahasa gambar, teks atau tanda berupa warna dapat dibaca dengan bahasa warna dan seterusnya. Nah, sekarang apa yang disebut teks dalam  dunia DKV?  Teks dalam  bidang  DKV adalah segala bentuk visualisasi dari gagasan/ide  yang mempunyai makna berupa pesan untuk dikomunikasikan. Seperti gambar, tulisan, warna, bentuk  (form), garis, ruang (space) dan berbagai unsur seni rupa lainnya. Bahkan, pada multi media (film/video, slaid) termasuk  gerak, suara, efek, musik, pembingkaian (framing), shot, anggle  dan lain-lain. Bila berbgai macam teks tersebut menyatu dalam suatu “wadah” jadilah teks multimodal.

Poster.Anti kekerasan R.T

Poster anti kekerasan rumah tangga. Sumber: http://designtaxi.com/

Teks Multimodal

Multimodal, arti gampangnya adalah multi atau banyak modal atau mode. Menurut Kress and van Leeuwn (1996) yang dikutip Hermawan dalam tulisannya Multimodal Menafsir  Verbal, Membaca Gambar Dan Memahami Teks. (Online.  http://ejournal.upi.edu/ . Diakses 28.12.2014), “multimodality adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada cara orang berkomunikasi menggunakan modes yang berbeda pada saat bersamaan”. Untuk memperjelas uraian di atas Hermawan, dalam tulisan yang sama,  menambahkan, bahwa hal ini dapat didefinisikan sebagai “penggunaan beberapa semiotic modes  dalam desain produk atau peristiwa semiotik secara bersamaan, dan dengan cara tertentu mode-mode ini digabungkan untuk memperkuat, melengkapi, atau berada dalam susunan tertentu”  (Kress and van Leeuwen, 2001).

Dalam Kamus Istilah Populer (Tim Prima Pena, 2005) kata mode antara lain berarti ragam, jadi semiotics modes  dapat diartikan sebagai ragam tanda. Dengan demikian multimodal adalah penggunaan banyak ragam tanda dalam satu desain secara bersamaan. Merujuk penjelasan tentang teks di atas, bahwa teks adalah tanda, berarti pula penggunaan banyak ragam teks atau ragam bahasa dalam satu desain secara bersamaan. Desain  yang memiliki banyak ragam bahasa atau ragam teks disebut teks multimodal.   Dengan kata lain, teks induk yang memiliki/terdiri atas teks-teks tunggal.

Menurut Wals  (2006)  dalam  Australian Journal & Literacy (Online) “Multimodal texts are those texts that have more than one ‘mode’  so that meaning is communicated through synchronisation of modes. That is, they may incorporate spoken or written language, still or moving images, they may be produced on paper or electronic screen and may incorporate sound”  (http://www.tale.edu.au/ . Diakses 28.05.2012) Jadi,  teks multimodal itu adalah teks yang memiliki lebih dari satu mode, dengan demikian maknanya atau pesannya dikomunikasikan melalui sinkronisasi mode-mode yang dimilikinya itu. Itu berarti, mode-mode tersebut bergabung, baik bahasa lisan maupun tulisan, citra diam atau bergerak,  baik diproduksi pada kertas maupun layar elektronik dan bisa juga ditambah suara.

Lebih jauh Mayer dalam tulisannya What Are Multimodal Text? (Online) menjelaskan             “A text may be defined as multimodal when it combines two or more semiotic systems. There are  five semiotic system in total:

  1. Linguistic: comprising aspects such as vocabulary, generic structure and the gramar of oral and written language;

  2. Visual: comprising aspects such as colour, vectors and view point in stil and moving images;

  3. Audio: comprising aspects such as volume, pitch, and rhythem of music and sound effects;

  4. Gestural: comprising aspects such as movement, speed and stillness in facial expression and body language;

  5. Spatial: comprising aspect such as proximity, direction,   position of layout and organization of objects in space.”  (http://libguides.tigs.nws.au/ .Diakses  28.05.2012).

Meyer mengatakan, sebuah teks dapat didefinisikan sebagai multimodal bilamana teks tersebut menggabungkan dua atau lebih sistem semiotik. Menurut dia, secara keseluruhan ada lima sistem semiotik: 1. Kebahasaan: terdiri atas aspek-aspek  seperti  perbendaharaan kata,  struktur generik dan tata bahasa dari bahasa lisan dan tertulis; 2. Visual:  trdiri atas aspek-aspek seperti warna,  vektor dan sudut pandang  dalam gambar diam dan bergerak;  3. Audio: terdiri atas aspek-aspek seperti volume suara,  pola titinada dan irama musik,  dan sound efects;  4. Gestural:[1] terdiri atas aspek-aspek seperti gerakan, kecepatan, keheningan dalam ekspresi wajah dan bahasa tubuh; 5. Spatial[2]  terdiri atas aspek-aspek seperti kedekatan, arah, posisi tata letak dan susunan obyek dalam ruang.

Jadi, yang disebut teks multimodal ialah teks yang memiliki dua atau lebih mode  (ragam tanda, ragam bahasa, ragam teks),  yang secara bersama-sama menyampaikan suatu pesan.  Dapat dikatakan, teks induk yang terdiri atas beberapa teks tunggal. Contohnya poster, sebagai teks induk, terdiri atas beberapa teks tunggal, seperti ilustrasi, warna, headline, body text, logo bahkan space  dan seterusnya. Teks-teks tunggal tersebut biasa disebut elemen-elemen.

Hermawan  mengumpamakan  teks multimodal sebagai ‘wadah’. “Teks (multimodal. GS) dapat juga dipahami sebagai ‘wadah’, situs di mana semiotic mode digunakan untuk menawarkan makna.” (Online.  http://ejournal.upi.edu/ . Diakses 28.12.2014),

Sebagai simpulan, teks multimodal  adalah teks (induk) yang terdiri atas dua atau lebih teks tunggal yang disebut mode, yang  dengan masing-masing bahasanya mode-mode tersebut secara terpadu menyampaikan satu kesatuan pesan kepada khalayak sasaran sesuai konsep yang yang diembannya.

Catatan: Dunia DKV adalah dunianya teks, dan para perancang karya DKV adalah para pencipta teks yang  kreatif dan produktif.

Sumber:

Hermawan, Budi.  Multimodal Menafsir Verbal, Membaca Gambar Dan Memahami Teks. http://ejournal.upi.edu/ . Diakses 28.12.2014),

Kismiaji. 2009.  Membaca Teks Desain Komunikasi Visual (http://islamicgraphicdesign.blogdetik.com/ ,  Diakses: 28.12.2014).

Mayer,  Carmel. What Are Multimodal Text? (http://libguides.tigs.nws.au/ .Diakses  28.05.2012).

Wlsh, Maureen. 2006. Reading visual and multimodal texts: how is reading different?  Australian Journal and Literacy. http://www.tale.edu.au/ . Diakses 28.05.2012

Bagian Kedua: Membedah Karya DKV

Mohon sabar nunggu  selesainya UAS mata kuliah Seminar (Juni 2015), sebab yang akan dimuat adalah tulisan mahasiswa DKV yang ikut  mata kuliah Seminar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s