Iklan dan SMS (Yusuf Affendi)

SAJAK-TELEGRAM-IKLAN DAN SMS

Yusuf Affendi Djalari*

Yusuf Affendi

Dari Sajak sampai SMS

Sajak biasanya dibaca perlahan-lahan supaya apa-apa yang bergetar di dalamnya bisa kita rasakan. Apakah sajak itu mengatakan sesuatu? Kebiasaan lama itu kini sudah bergeser, karena sajak kontemporer ditulis pendek-pendek, meluncur seperti pesawat roket. Sastrawan sudah berpikir ekonomis. Berangkali? Tidak menghamburkan kata seperti senapan otomatis. Tidak surplus kata, jangan pula defisit makna.

Kata tidak hanya dianggap sebagai lambang asosiatif. Kata punya warna dan nada. Kata punya mata sifat, mengandung bentuk, seperti persegi, bulatan, kerucut, bisa juga ringan atau padat, transparan. Bahkan bertekstur sekalipun dengan sifat daya raba. Apakah karakternya tembus seperti kaca, berat, dingin seperti baja atau beton. Mungkin lembut seperti kapas atau sutra. Bisa juga Baca lebih lanjut