Latest Event Updates

Pengalamanku Mengajar pada Awal Berdirinya FSRD Trisakti

Posted on Updated on

Pengalamanku Mengajar

pada Awal Berdirinya FSRD Trisakti

Gandjar Sakri·

Aku mulai bertugas mengajar di FSRD (waktu itu berupa Departemen Seni Rupa dari Fakultas Teknik) tahun 1974 sebagai Dosen Tidak Tetap. Penugasan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Universitas Trisakti, Ir. Poedjono Hardjoprakoso, dengan SK No.266/FT/Usakti/KP-R/X-1974/._ Tanggal 10 Oktober 1974, atas usulan Ketua Departemen Seni Rupa Drs. Pamudji Suptandar No. 072/SR/FT/Usakti/V-74. Tanggal 13 Mei 1974.

Departemen Seni Rupa dimulai ketika pada tahun 1969 Fakultas Teknik Universitas Trisakti membuka Departemen baru yaitu Departemen Seni Rupa, dengan kepala Departemennya Drs Soekarno. Departemen Seni Rupa memiliki tiga Spesialisasi Keahlian yaitu: Arsitektur Interior, Desain Industri, dan Seni Lukis dengan status “Terdaftar”. Baru pada tahun 1978 menjadi Jurusan Desain masih dalam lingkup Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

Watu itu aku adalah Perwira TNI Angkatan darat, Wajib Militer, berpangkat Kapten, berdinas di Pusat Penerangan HANKAM, sebagai Kepala Biro Produksi yang menangani informasi tercetak, TV dan film, bertempat di kompleks Dep. HANKAM Jl. Merdeka Barat. Aku mengajar sore hari, berangkat dari kantor naik jeep masih berpakaian militer, sebelum ke kelas berganti pakaian, mengenakan kemeja sipil masih bercelana hijau.

Mata kuliah yang harus aku ajarkan, dalam surat tugas tercatat: Desain Grafis II, III, IV dan Seni Grafis IV. Aku tidak ingat apa yang dimaksud dengan itu semua, tapi yang aku ajarkan saat itu adalah mata kuliah Menggambar Ilustrasi, Tipografi (Waktu itu istilahnya Lettering) dan Fotografi. Aku tidak tahu persis di mana letak ruang kuliah waktu itu sebelum dibongkar. Ada yang mengatakan kira-kira di tempat toko Gunung Agung sekarang.

Waktu memberikan kuliah aku pernah dipantau oleh Bapa Drs. Eddy Kartasubarna , dosen dari Seni Rupa ITB, guru aku juga ketika masih kuliah. Beliau bertindak sebagai Pembina, bersama Drs. Sadali dan Drs. Angkama. Selama mengajar beliau duduk di kursi paling belakang. Pemantauan dilakukan mungkin untuk mengetahui apakah pembelajaran disampaikan sesuai persyaratan? Alhamdulillah aku tidak pernah mendapat teguran atau koreksian.

Mata Kuliah Menggambar

Mata kuliah yamg aku pegang, pertama adalah mata kuliah menggambar. Bagi saya, menggambar adalah suatu proses penuangan hasil pengamatan suatu obyek dalam bentuk visual pada permukaan bidang gambar, baik pengamatan terhadap suatu obyek yang nyata maupun yang tidak nyata, yang ada dalam pikiran, seperti ingatan atau khayalan. Penuangan hasil pengamatan tersebut dibarengi penerjemahan ke dalam bahasa gambar trtentu, apakah gaya naturalis/fotografis, realis, dekoratip, kartun/karikatur, lambang, abstrak dsb. Atau dibarengi penafsiran sehingga menghasilkan gambar yang bernuansa filosofis

Kartun Freeport

Posted on Updated on

Sudah direcokin, Yang Mulia Bapak Ketua  SN gak juga mau mundur. Memang gak punya KESADARAN, KEINSYAFAN dan XXMALUXX sih.

img129

Sepak bola kita

Posted on Updated on

Kartun.Menpora (4)

Bedah Karya DKV, Analisis Multimodal

Posted on Updated on

MEMBEDAH KARYA DKV

DENGAN ANALISIS MULTIMODAL

(Mahasiswa Peserta TA DKV Perlu Baca)

 Oleh Gandjar Sakri

Harapan Peserta TA DKV Harapan seorang mahasiswa Tugas Akhir (TA) Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah dapat lancar  menjelaskan karya desainnya pada para penguji dalam sidang ujian DKV,  sehingga   uraiannya dapat dipahami dan diterima para penguji.  Lancar menjelaskan, lancar pula jalan ke kelulusan. Bagaimana agar harapan tersebut  bisa tercapai?  Inilah kiatnya.

Man reading posters

Man reading posters. sumber: http://www.gettyimages.com/

Tidak sulit, asal dia memahami bagaimana proses pelihat (viewer)  karya DKV membedah atau membaca dengan seksama karya DKV tersebut,  dalam upaya memahami makna atau pesan yang termuat di dalamnya. Misalnya, bagaimana seorang pelihat  (viewer) membaca sebuah Baca entri selengkapnya »

SEMINAR, Mata Kuliah. Bag.I

Posted on Updated on

Dari
SEMINAR
ke
TUGAS AKHIR

PS Desain Komunikasi Visual. Sem. 6.

(Bagian I)

Prakata.

Mata kuliah Seminar (DDK 464), yang diadakan pada semester genap (Semester 6) P.S. Desain Komunikasi Visual , FSRD Trisakti, merupakan tahap awal dari proses pelaksanaan Tugas Akhir. Pengajuan judul materi topik penelitian, dan Penulisan naskah Tugas Akhir, dimulai pada mata kuliah Seminar ini, mulai dari Bab I Pendahuluan sampai dengan Bab V Penutup (Konsep Perancangan). Dengan demikian, bilamana lulus mata kuliah Seminar dan dinyatakan layak untuk dapat melanjutkan ke tahap Tugas Akhir, Peserta tinggal melanjutkan penulisan makalahnya ke Bab VI Perancangan dan eksekusi visualnya / FAW (Final Artwork). Bagi mahasiswa yang akan mendaftaran diri untuk mengikuti mata kuliah Seminar, saya kutipkan beberapa penjelasan yang perlu diketahui dari sumber “Petunjuk Teknis Perkuliahan Seminar”. Semoga bermanfaat. Selamat mengikuti m.k. Seminar dan berhasil masuk ke jenjang berikutnya: Tugas Akhir.


Suasana Seminar (Th.2011)

  1. DESKRIPSI MATA KULIAH

    Mata kuliah yang memberikan pengetahuan, wawasan dan pengalaman kegiatan seminar ilmiah mengenai topik-topik aktual yang terkait dengan keilmuan desain komunikasi visual. Kuliah berupa kuliah umum mengenai
    topik dan metode penulisan serta keseminaran secara menyeluruh, diskusi tentang topik-topik aktual, untuk menghasilkan karya tulis ilmiah, laporan hasil penelitian yang kemidian akan dilanjutkanmenjadi karya tulis ilmiah pengantar Tugas Akhir. Untuk itu diperlukan kemampuan dan kejelian dalam memilih permasalahan yang gukup kompleks, di mana permasalahan harus aktual dan faktual, serta dapat dianalisis dan dipecahkan melelui pemecahan dalam lingkup desain komunikasi visual dalam konteks ekonomi, sosial, budaya dan teknologi dan seni.

  2. TUJUAN & TOPIK PERKULIAHAN
    1. Memberikan persiapan menyeluruh kepada calon desainer agar mampu berpikir analitis dan konseptual dalam merumuskan permasalahan sesuai aspek content, context dan form dalam Desain Komunikasi Visual.
    2. Memberikan kemampuan melaksanakan peneliyian aplikatif untuk memberikan solusi permasalahan perancangan melalui pengkajian sesuai prosedur penulisan karya tulis ilmiah.
    3. Memberikan kemampuan menulis laporan dalam bentuk karya tulis ilmiah.
    4. Memberikan kemampuan mempresentasikan karya tulis ilmiahnya secara kreatif, inovatif dan informatif secara mandiri.
  3. PERSYARATAN PESERTA
    1. Peserta telah lulus mata kuliah Bahasa Indinesia dan Metode Penelitian.
    2. Peserta telah mengisi KRS dan disetujui oleh Dosen Wali.
    3. Peserta telah mengajukan 3 (tiga) usulan judul materi topik penelitian yang dapat dikembangkan menjadi materi perancangan Tugas Akhir kepada Dosen Pembimbing dilengkapi dengan data sementara dan argumen pemilihan judul.
    4. Judul materi topik terpilih telah disetujui oleh Dosen Pembimbing dab KPS DKV.
    5. Peserta bersedia mematuhi ketentuan kehadiran dan seluruh tahapan perkuliahan yang telah disepakati.


      Proses bimbimgan / asistensi

  4. TATA TERTIB PELAKSANAAN
    1. Peserta diwajibkan hadir tepat waktu dan menandatabgani daftar hadir.
    2. Mengikuti perkuliahan secara penuh waktu.
    3. Bersikap dan berpakaian sopan sesuai dengan ketentuan perkuliahan.
    4. Tidak diperkenankan merokok dan makan di dalam kelas.
    5. Memelihara kebersihan kelas dan menjaga sarana prasarana perkuliahan.
    6. Melaksanakan proses pembimbingan / asistensi dalam setiap tugas mandiri sesuai tahapan yang ditentukan.
    7. Mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai ketentuan presentasi tugas.
    8. Berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan menjunjung etika akademis.
  5. TAHAP PELAKSANAAN
    1. Peserta melakukan pendaftaran dengan mencatatkan nama, NIM dan 3 (tiga) usulan judul materi topik penelitian kepada petugas PS DKV.
    2. Koordinator Seminar mengumumkan daftar nama Peserta dan Dosen Pembimbing serta rekomendasi judul materi topik penelitian yang terpilih.
    3. Peserta mengajukan judul materi topik terpilih kepada Dosen Pembimbing.
    4. Dosen Pembimbing memberikan pengarahan tentang topik terpilih, metode pendekatan dan alternatif pemecahan masalah, serta memberikan petunjuk tentang kepustakaan dan hal-hal yang perlu diteliti.
    5. Peserta melakukan proses penelitian dan penulisan laporan dengan dengan proses pembimbingan minimal 4 x per periode tahapan evaluasi.
    6. Evaluasi terdiri atas 2 (dua) tahap, yaitu Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.
    7. Proses pembimbingan dicatat di lembar konsultasi yang diisi secara lengkap: Nama, NIM, Judul dan nama Dosen Pembimbing, ditandatangani Dosen Pembimbing dan Peserta setelah bimbingan berlangsung.
  6. TAHAP PENYAJIAN EVALUASI

    Untuk mengikuti tahap Evaluasi, peserta harus telah memiliki KPU

    1. Ujian Tengah Semester

      Evaluasi terhadap penulisab Bab I sampai dengan Bab III dan Daftar Pustaka sesuai dengan materi topik penelitian. Evaluasi dilakukan melalui presentasi materi, diskusi dan tanya jawab.

    2. Ujian Akhir Semester.

      Evaluasi terhadap penulisan Bab III sampai dengan Bab V, sesuai dengan materi topik penelitian. Evaluasi dilakukan melalui penyelenggaraan seminar, presentasi materi, diskusi dan tanya jawab.

Catatan:

  • Nilai minimal untuk kelulusan adalah C. (56 – 61.99) Peserta dengan nilai akhir yang berada di bawah nilai minimum harus mengulang mata kuliah Seminar di semester berikutnya.
  • Nilai akhir menjadi bahan pertimbangan penilaian kelayakan Peserta untuk melanjutkan ke tahap Tugas Akhir.

BERIKUTNYA Bagian II

  1. SISTEM PENULISAN
  2. SISTEM PENILAIAN

    (Naskah ini ditulis dengan font Microsoft Sans Serif)

Iklan Kreatif

Posted on Updated on

Iklan Kreatif

YKM Bag Advertisement

Sumber: http://www.lintasberita.com/

Film Animasi Indonesia Rasa Holywood

Posted on Updated on

FILM ANIMASI INDONESIA rasa HOLYWOOD

Oleh: Gandjar Sakri

Bila tidak ada hambatan, pada akhir 2013 nanti, publik tanah air akan bisa menyaksikan film animasi dua dimensi (2D) layar lebar pertama buatan lokal. Film animasi tersebut berjudul “Battle of Surabaya” yang diproduksi STMIK Amikom Yogyakarta. Demikian saya baca di koran Republika awal September yang lalu dengan judul “Saatnya Membangun Industri Animasi”. Ketua STMIK Amikom Proff. Dr. Suyanto.mengatakan, film animasi ini rencananya akan diedarkan di seluruh Indonesia atau regional Asia.

Battle of Surabaya berkisah tentang petualangan seorang remaja tukang semir sepatu bernama Musa, yang menjadi kurir bagi pejuang-pejuang arek Suroboyo dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dalam pertempuran 10 November 1945. Baca entri selengkapnya »